sidraptoday.com, sidrap - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar Pelatihan Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 10 Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.
Pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidrap, H. Sirajuddin, yang didampingi Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Disdikbud Sidrap, Yunni, serta Ketua Tim Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran Kabupaten Sidrap bersama rombongan.
Dalam sambutannya, H. Sirajuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam mendorong percepatan program digitalisasi sekolah di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Menurutnya, digitalisasi pembelajaran menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi di ruang kelas.
“Kegiatan ini sangat positif karena mendorong program digitalisasi sekolah. Harapan kami, di tahun-tahun mendatang program ini tetap eksis di Kabupaten Sidenreng Rappang, baik di wilayah perkotaan maupun di daerah khusus atau perbatasan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya berkoordinasi dengan sekolah-sekolah, khususnya yang berada di wilayah perbatasan, untuk mengatasi berbagai hambatan dalam penerapan digitalisasi pembelajaran.
“Kami berharap di tahun ini semua sekolah yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang sudah bisa melaksanakan program digitalisasi, termasuk dengan pemanfaatan papan interaktif digital di sekolah,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Sirajuddin juga
menyampaikan apresiasi kepada tim BBPMP Sulawesi Selatan atas dukungan dan kerja sama yang diberikan, serta berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Siswandi dan Dirlan, dengan materi utama mengenai Eksplorasi Pemanfaatan dan Pemeliharaan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran.
Rencananya, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai materi pelatihan. Pada hari pertama peserta mendapatkan materi antara lain:
• Eksplorasi, Pemeliharaan, dan Troubleshooting Peralatan Digitalisasi Pembelajaran
• 8 Langkah Pengelolaan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran
• Pemanfaatan Digital dalam Pembelajaran Mendalam menggunakan TPACK untuk Pembelajaran Interaktif
• Pemanfaatan Ruang Murid dan Kecerdasan Artifisial untuk Mendukung Digitalisasi Pembelajaran
• Praktik Pengembangan Pembelajaran Interaktif melalui Pemanfaatan Sarana Digitalisasi Pembelajaran (IFP)
• Praktik Penyusunan Rencana Pembelajaran Interaktif melalui Pemanfaatan Perangkat Digitalisasi Pembelajaran
Sementara pada hari kedua, peserta akan mengikuti materi lanjutan berupa:
• Praktik Real Teaching/Peer Teaching Pembelajaran Interaktif dengan Pemanfaatan Perangkat Digitalisasi Pembelajaran
• Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
• Post Test
• Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan
Melalui pelatihan ini diharapkan para guru mampu memanfaatkan perangkat digital secara optimal sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan.(Adm)


